Minggu, 01 Oktober 2017


Simpangan Baku (Standard Deviation)

   adalah ukuran dari hasil penarikan akar ragamnya. Secara matematis standar deviasi dapat dirumuskan dengan :


Keterangan:
s2 = varian
s = standar deviasi (simpangan baku)
xi = nilai x ke-i
 = rata - rata
n = ukuran sampel


CONTOH PERHITUNGAN

Misal dalam sebuah kelas, diambil sampel nomor satu beberapa anak sebagai berikut :

43, 40, 38, 39, 42, 42

Untuk mencari standar deviasi data di atas kita dapat menggunakan rumus di atas atau dengan menggunakan KALKULATOR :)

Caranya sebagai berikut :

Pertama nyalakan kalkulator anda, kemudian ikuti langkah di bawah ..

Mode à 3:Stat à 1:Var-1 à Memasukkan data àAC à Shift + 1 à 4:Var à sx (menggunakan sx karena data berupa sampel) à = (OK)

Selamat Mencoba :)









Minggu, 24 September 2017

Ukuran Pemusatan Data

Rataan (Mean)

Mean atau rata-rata hitung adalah nilai yang diperoleh dari jumlah sekelompok data dibagi dengan banyaknya data. Rata-rata disimbolkan dengan x̄ ( x bar ).
Rumus untuk mencari mean / rataan adalah :


Contoh :




Nilai rataan dari data di atas adalah :






Median

Median dapat diartikan sebagai nilai tengah dari kumpulan setelah data tersebut diurutkan. Apabila jumlah data ganjil maka median berada di tengah setelah diurutkan. Apabila jumlah data genap mediannya adalah jumlah nilai dua data di tengah yang dibagi rata-rata setelah diurutkan. Secara matematis median dapat dituliskan sebagai berikut :



   bila n ganjil
   bila n genap

*Dengan n adalah jumlah data.


Contoh :


Maka median dari data di atas adalah :

Modus
Modus dapat diartikan sebagai nilai yang paling sering muncul atau nilai yang mempunyai frekuensi tertinggi setelah semua data diurutkan.

Contoh :




Data setelah diurut :

Maka nilai terbanyak pada data di atas adalah 42 dengan frekuensi sebanyak 7 kali.


GRAFIK MEAN, MEDIAN, DAN MODUS

Berdasarkan data di atas, rata - rata lebih kecil dari median dan modusnya maka jika di gambarkan dalam grafik akan  memiliki kemiringan positif seperti di bawah ini.




Demikian materi ukuran pemusatan data (Mean, Median, Modus). Semoga bermanfaat :) #TUGASKULIAH #STATISTIKA

Sabtu, 22 Maret 2014

     


       Gunung Slamet adalah gunung tertinggi ke dua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru, merupakan gunung berapi yang masih aktif yang terletak di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Tinggi gunung ini adalah 3.428 meter dpl atau hanya memiliki selisih kurang lebih 200 meter saja dari Gunung Tertinggi di pulau Jawa, Gunung Semeru.
                                             " Mitos Tentang Gunung Slamet "

     Gunung Slamet dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan spiritual Jawa, seperti Gunung Lawu. Banyak orang dari berbagai daerah datang ke Gunung Slamet untuk misi spiritual berdoa agar keinginan dan apa yang cita-citakan terkabul.

      Mereka yang ingin melaksanakan kegiatan spiritual diwajibkan membawa persyaratan kembang dan kemenyan, selain itu pendaki harus bersama juru kunci. Jika tidak membawa persyaratan, pendaki akan melihat kejadian aneh, tapi tidak berbahaya.

     Menurut informasi mereka yang datang ke Gunung Slamet bukan saja dari kalangan biasa. Ada pula kalangan pejabat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya Ani Yudhoyono pada 21 Februari 2013 juga mengunjungi wilayah Gunung Slamet.

     Konon, Gunung Slamet dihubungkan dengan penggantian presiden Indonesia. Presiden yang berkunjung ke daerah sekitar Gunung Slamet, tidak lama kekuasaannya berakhir. Sastoro, anggota DPR RI periode 1999-2004 yang berasal dari Tegal mengungkapkan bahwa Presiden Soekarno sekitar 1964 datang mampir ke Waduk Cacaban (di utara Gunung Slamet). Tidak lama setelah itu terjadi kekacauan 1965 dan Soekarno tumbang. Serupa hal itu, yakni Gus Dur sehabis berkunjung ke pesantren temannya di Tegal tak lama kemudian lengser. Megawati tanggal 4 Juli 2004 meresmikan TPI di Tegal, setelah itu kalah pilpres. Spiritualis Ki Joko Bodo juga bercerita, tujuan spiritual dari kunjungan SBY ke Gunung Slamet, justru akan membawa malapetaka bagi SBY. Menurutnya Presiden Soeharto sesaat sebelum lengser juga melakukan kunjungan ke Gunung Slamet.

      Menurut cerita orang tua Gunung Slamet memang sedikit berbeda dengan gunung lain di tanah Jawa, gunung Slamet memang bukan gunung biasa didaki hanya untuk tujuan wisata atau rekrasi, hobi atau sekdear ingin menaklukannya. Pendakian ke puncak gunung Slamet biasanya ditujukan untuk tujuan khusus, misalnya karena ada alasan spiritual. Oleh karena itu para harus melengkapi syarat-syaratnya terlebih dahulu.

      Menurut cerita, "slamet" dalam bahasa Indonesia artinya "selamat". Setidaknya sejak jaman kakek moyang hingga sekarang Gunung Slamet jarang sekali bahkan tidak pernah "batuk-batuk" apalagi "muntah-muntah". Keberadaan gunung yang memberikan rasa aman dan tenang selama ini seakan memberikan "keselamatan" bagi masyarakat di sekitarnya.

      Meski hanya cerita mitos, namun akibat yang dibayangkan sungguh mengerikan. Mitos menceritakan apabila gunung Slamet meletus, maka letusannya diprediksi akan bisa membelah pulau jawa menjadi dua bagian. Entah itu karena timbulnya rekahan besar yang membentang dari utara ke selatan (dan air laut mengalir masuk hingga menyatu) atau karena masing-masing wilayah di barat dan timur bergeser saling menjauh.

      Letaknya yang hampir tepat ditengah-tengah antara batas pantai utara dan pantai selatan, serta dikelilingi setidaknya 5 wilayah kabupaten yang berbatasan langsung (Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas, Purbalingga) dan 2 wilayah yang tidak langsung (Kab. Cilacap, Kota Tegal) dimana jika kita lihat di peta akan membentuk suatu garis lurus yang membelah pulau Jawa jika letusan besar itu benar-benar terjadi.

       Tentu kita masih mengingat atau tahu tentang sejarah meletusnya gunung Krakatau yang terletak di selat Sunda pada tanggal 26-27 Agustus 1883 silam. Para ahli memperkirakan, jauh sebelum ledakan tahun 1883, Gunung Krakatau Purba dengan ketinggian 2.000 meter dan diameter pantainya mencapai 11 km meletus tidak kalah hebat dengan letusan 1883. Bahkan letusan inilah yang memisahkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

      Pada letusan tahun 1883 Gunung Krakatau yang hanya memiliki ketinggian 813 meter itu meletus dahsyat. Letusan itu sangat dahsyat, hingga awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.


      Bahkan Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York. Kejadian itu terjadi karena disebabkan karena sebuah gunung yang hanya memiliki tinggi 813 meter saja. Tidak di bayangkan apa yang akan terjadi apapbila Gunung Slamet benar-benar meletus dengan letusan Dahsyat seperti yang terjadi pada Gunung Krakatau (Rakata) pada masa dulu.

      Tak terbayangkan akibatnya apabila memang akhirnya Gunung Slamet benar-benar meletus apalagi dengan letusan yang sangat besar, semua wilayah tersebut masuk dalam jangkuan semburan (minimal debu atau awan panas). Meski mitos ini tidak (belum) terbukti, namun bisa dipastikan Pulau Jawa akan lumpuh. Jalur Pantura akan tersendat, jalur selatan tak bisa digunakan dan jalur tengah akan lumpuh total. Sungguh mengerikan.


Benar atau tidak, hanya sang Maha Kuasa lah yang mengetahuinya..

Sumber : http://www.makintau.com

Jumat, 21 Maret 2014

Inilah hasil resmi undian 8 besar UCL 2014 !!!

Barcelona vs Atletico Madrid
Real Madrid vs Borussia Dortmund
PSG vs Chelsea
Manchester United vs Bayern Munchen


Semoga bermanfaat ! Salam Olahraga !

- Terima Kasih -
Suatu hari, ketika saya sedang menjenguk salah satu saudara yang tengah dirawat di rumah sakit, terdengar suara makian keras dari pasien sebelah, “Bawa jeruk kok busuk, mau ngeracunin saya? biar saya cepat mati?”
Suara marah itu berasal dari lelaki tua yang kedatangan salah satu keluarganya dengan membawa jeruk. Boleh jadi benar, bahwa beberapa jeruk dalam jinjingan itu busuk atau masam. Meski tidak semua jeruk yang dibawanya itu busuk dan sangat kebetulan yang terambil pertama oleh si pasien yang busuk. Dan tanpa bertanya lagi, marahlah ia kepada si pembawa jeruk.
Sebenarnya, boleh dibilang wajar jika seorang pasien marah lantaran kondisinya labil dan kesehatannya terganggu. Ketika ia marah karena jeruk yang dibawa salah satu keluarganya itu busuk, mungkin itu hanya pemicu dari segunung emosi yang terpendam selama berhari-hari di rumah sakit. Penat, bosan, jenuh, mual, pusing, panas, dan berbagai perasaan yang menderanya selama berhari-hari, belum lagi ditambah dengan bisingnya rumah sakit, perawat yang kadang tak ramah, keluarga yang mulai uring-uringan karena kepala keluarganya sekian hari tak bekerja, semuanya membuat dadanya bergemuruh. Lalu datanglah salah satu saudaranya dengan setangkai ketulusan berjinjing jeruk. Namun karena jeruk yang dibawanya itu tak bagus, marahlah ia.
Wajar. Sekali lagi wajar. Tetapi tidak dengan peristiwa lain yang hampir mirip terjadi di acara keluarga besar belum lama ini. Seorang keluarga yang tengah diberi ujian Allah menjalani kehidupannya dalam ekonomi menengah ke bawah, berupaya untuk tetap berpartisipasi dalam acara keluarga besar tersebut. Tiba-tiba, “Kalau nggak mampu beli jeruk yang bagus, mending nggak usah beli. Jeruk asam gini siapa yang mau makan?” suara itu terdengar di tengah-tengah keluarga dan membuat malu keluarga yang baru datang itu.
Pupuslah senyum keluarga itu, rusaklah acara kangen-kangenan keluarga oleh kalimat tersebut. Si empunya suara mungkin hanya melihat dari jeruk masam itu, tapi ia tak mampu melihat apa yang sudah dilakukan satu keluarga itu untuk bisa membawa sekantong jeruk yang boleh jadi harganya tak seberapa.
Harga sekantong jeruk mungkin tak lebih dari sepuluh ribu rupiah. Tapi tahukah seberapa besar pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk membelinya? Rumahnya sangat jauh dari rumah tempat acara keluarga, dan sedikitnya tiga kali tukar angkutan umum. Sepuluh ribu itu seharusnya bisa untuk makan satu hari satu keluarga. Boleh jadi mereka akan menggadaikan satu hari mereka tanpa lauk pauk di rumah. Atau jangan-jangan pagi hari sebelum berangkat, tak satu pun dari anggota keluarga itu sempat menyantap sarapan karena uangnya dipakai untuk membeli jeruk. Yang lebih parah, mungkin juga mereka rela berjalan kaki dari jarak yang sangat jauh dan memilih tak menumpang satu dari tiga angkutan umum yang seharusnya. “Ongkos bisnya kita belikan jeruk saja ya, buat bawaan. Nggak enak kalau nggak bawa apa-apa,” kata si Ayah kepada keluarganya.
Kalimat sang Ayah itu, hanya bisa dijawab dengan tegukan ludah kering si kecil yang sudah tak sanggup menahan lelah dan panas berjalan beberapa ratus meter. Tak tega, Ayah yang bijak itu pun menggendong gadis kecil yang hampir pingsan itu. Ia tetap memaksakan hati untuk tega demi bisa membeli harga dari di depan keluarga besarnya walau hanya dengan sekantong jeruk. Menahan tangisnya saat mendengar lenguhan nafas seluruh anggota keluarganya sambil berkali-kali membungkuk, jongkok, atau bahkan singgah sesaat untuk mengumpulkan tenaga. Itu dilakukannya demi mendapatkan sambutan hangat keluarga besar karena menjinjing sesuatu.
Setibanya di tempat acara, sebuah rumah besar milik salah satu keluarga jauh yang sukses, menebar senyum di depan seluruh keluarga yang sudah hadir sambil bangga bisa membawa sejinjing jeruk, lupa sudah lelah satu setengah jam berjalan kaki, tak ingat lagi terik yang memanggang tenggorokan, bertukar dengan sejumput rindu berjumpa keluarga. Namun, terasa sakit telinga, layaknya dibakar dua matahari siang. Lebih panas dari sengatan yang belum lama memanggang kulit, ketika kalimat itu terdengar, “Jeruk asam begini kok dibawa…”
Duh. Jika semua tahu pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk bisa menjinjing sekantong jeruk tadi, pastilah semua jeruk asam itu akan terasa manis. Jauh lebih manis dari buah apa pun yang dibawa keluarga lain yang tak punya masalah keuangan. Yang bisa datang dengan kendaraan pribadi atau naik taksi dengan ongkos yang cukup untuk membeli sepeti jeruk manis dan segar.
Mampukah kita melihat sedalam itu? Sungguh, manisnya akan terasa lebih lama, meski jeruknya sudah dimakan berhari-hari yang lalu.
Subhanallah....
Semoga cerita ini dapat menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua.. Aamiin..
Song Lyrics for This Week !!!

Shania Twain - You're Still The One

When I first saw you, I saw love
And the first time you touched me, I felt love
And after all this time, you’re still the one I love

Looks like we made it
Look how far we’ve come my baby
We mighta took the long way
We knew we’d get there someday

They said, “I bet they’ll never make it”
But just look at us holding on
We’re still together still going strong

(You’re still the one)
You’re still the one I run to
The one that I belong to
You’re still the one I want for life

(You’re still the one)
You’re still the one that I love
The only one I dream of
You’re still the one I kiss good night

Ain’t nothin’ better
We beat the odds together
I’m glad we didn’t listen
Look at what we would be missin’

They said, “I bet they’ll never make it”
But just look at us holding on
We’re still together still going strong

(You’re still the one)
You’re still the one I run to
The one that I belong to
You’re still the one I want for life

(You’re still the one)
You’re still the one that I love
The only one I dream of
You’re still the one I kiss good night
You’re still the one

(You’re still the one)
You’re still the one I run to
The one that I belong to
You’re still the one I want for life

(You’re still the one)
You’re still the one that I love
The only one I dream of You’re still the one I kiss good night
I’m so glad we made it
Look how far we’ve come my baby


Selasa, 18 Maret 2014








Bagi anda yang merasa berdaya ingat pendek atau sering lupa, maka artikel ini mungkin akan membantu anda untuk meningkatkan daya ingat anda. Semoga bermanfaat.

Berikut ini adalah beberapa faktor menurunya daya ingat seseorang :

1. Kurang Tidur : Pada seseorang yang memiliki masalah dengan insomnia dan kurang tidur, maka mereka akan sangat sering  mengalami  lupa.  Hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli menunjukan bahwa manusia perlu sedikitnya 6 jam tidur/beristirahat, jadi seseorang yang tidur kurang dari 6 jam sehari, maka mereka akan mudah lupa.

2. Depresi : Tidak banyak orang yang tahu bahwa depresi juga dapat menyebabkan lemahnya daya ingat seseorang. Dan yang paling berbahayanya lagi, depresi kini dapat terjadi pada siapa saja tidak tergantung pada usia. Dan dalam kasus depresi yang cukup kuat, penderita sangat disarankan untuk melakukan konsultasi dari dokter-dokter yang berkompeten di bidangnya.

3.Alkohol dan obat-obatan : Seseorang yang kecanduan minuman beralkohol dan jenis-jenis obat tertentu, dapat memicu turunnya / melemahnya daya ingat.

4.Penyakit tertentu : Terjadinya penurunan daya ingat juga dapat dipengaruhi oleh adanya beberapa penyakit. Salah satu penyakit yang sangat mempengaruhi pada turunnya ingatan seseorang diantaranya seperti diabetes, Alzheimer dll.


Maka untuk meningkatkan daya ingat, hindarilah faktor-faktor di atas, selain itu perbanyaklah mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi dan perbanyaklah melatih daya ingat anda.

- Terima Kasih -