Tampilkan postingan dengan label Others. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Others. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Maret 2014

Inilah hasil resmi undian 8 besar UCL 2014 !!!

Barcelona vs Atletico Madrid
Real Madrid vs Borussia Dortmund
PSG vs Chelsea
Manchester United vs Bayern Munchen


Semoga bermanfaat ! Salam Olahraga !

- Terima Kasih -
Suatu hari, ketika saya sedang menjenguk salah satu saudara yang tengah dirawat di rumah sakit, terdengar suara makian keras dari pasien sebelah, “Bawa jeruk kok busuk, mau ngeracunin saya? biar saya cepat mati?”
Suara marah itu berasal dari lelaki tua yang kedatangan salah satu keluarganya dengan membawa jeruk. Boleh jadi benar, bahwa beberapa jeruk dalam jinjingan itu busuk atau masam. Meski tidak semua jeruk yang dibawanya itu busuk dan sangat kebetulan yang terambil pertama oleh si pasien yang busuk. Dan tanpa bertanya lagi, marahlah ia kepada si pembawa jeruk.
Sebenarnya, boleh dibilang wajar jika seorang pasien marah lantaran kondisinya labil dan kesehatannya terganggu. Ketika ia marah karena jeruk yang dibawa salah satu keluarganya itu busuk, mungkin itu hanya pemicu dari segunung emosi yang terpendam selama berhari-hari di rumah sakit. Penat, bosan, jenuh, mual, pusing, panas, dan berbagai perasaan yang menderanya selama berhari-hari, belum lagi ditambah dengan bisingnya rumah sakit, perawat yang kadang tak ramah, keluarga yang mulai uring-uringan karena kepala keluarganya sekian hari tak bekerja, semuanya membuat dadanya bergemuruh. Lalu datanglah salah satu saudaranya dengan setangkai ketulusan berjinjing jeruk. Namun karena jeruk yang dibawanya itu tak bagus, marahlah ia.
Wajar. Sekali lagi wajar. Tetapi tidak dengan peristiwa lain yang hampir mirip terjadi di acara keluarga besar belum lama ini. Seorang keluarga yang tengah diberi ujian Allah menjalani kehidupannya dalam ekonomi menengah ke bawah, berupaya untuk tetap berpartisipasi dalam acara keluarga besar tersebut. Tiba-tiba, “Kalau nggak mampu beli jeruk yang bagus, mending nggak usah beli. Jeruk asam gini siapa yang mau makan?” suara itu terdengar di tengah-tengah keluarga dan membuat malu keluarga yang baru datang itu.
Pupuslah senyum keluarga itu, rusaklah acara kangen-kangenan keluarga oleh kalimat tersebut. Si empunya suara mungkin hanya melihat dari jeruk masam itu, tapi ia tak mampu melihat apa yang sudah dilakukan satu keluarga itu untuk bisa membawa sekantong jeruk yang boleh jadi harganya tak seberapa.
Harga sekantong jeruk mungkin tak lebih dari sepuluh ribu rupiah. Tapi tahukah seberapa besar pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk membelinya? Rumahnya sangat jauh dari rumah tempat acara keluarga, dan sedikitnya tiga kali tukar angkutan umum. Sepuluh ribu itu seharusnya bisa untuk makan satu hari satu keluarga. Boleh jadi mereka akan menggadaikan satu hari mereka tanpa lauk pauk di rumah. Atau jangan-jangan pagi hari sebelum berangkat, tak satu pun dari anggota keluarga itu sempat menyantap sarapan karena uangnya dipakai untuk membeli jeruk. Yang lebih parah, mungkin juga mereka rela berjalan kaki dari jarak yang sangat jauh dan memilih tak menumpang satu dari tiga angkutan umum yang seharusnya. “Ongkos bisnya kita belikan jeruk saja ya, buat bawaan. Nggak enak kalau nggak bawa apa-apa,” kata si Ayah kepada keluarganya.
Kalimat sang Ayah itu, hanya bisa dijawab dengan tegukan ludah kering si kecil yang sudah tak sanggup menahan lelah dan panas berjalan beberapa ratus meter. Tak tega, Ayah yang bijak itu pun menggendong gadis kecil yang hampir pingsan itu. Ia tetap memaksakan hati untuk tega demi bisa membeli harga dari di depan keluarga besarnya walau hanya dengan sekantong jeruk. Menahan tangisnya saat mendengar lenguhan nafas seluruh anggota keluarganya sambil berkali-kali membungkuk, jongkok, atau bahkan singgah sesaat untuk mengumpulkan tenaga. Itu dilakukannya demi mendapatkan sambutan hangat keluarga besar karena menjinjing sesuatu.
Setibanya di tempat acara, sebuah rumah besar milik salah satu keluarga jauh yang sukses, menebar senyum di depan seluruh keluarga yang sudah hadir sambil bangga bisa membawa sejinjing jeruk, lupa sudah lelah satu setengah jam berjalan kaki, tak ingat lagi terik yang memanggang tenggorokan, bertukar dengan sejumput rindu berjumpa keluarga. Namun, terasa sakit telinga, layaknya dibakar dua matahari siang. Lebih panas dari sengatan yang belum lama memanggang kulit, ketika kalimat itu terdengar, “Jeruk asam begini kok dibawa…”
Duh. Jika semua tahu pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk bisa menjinjing sekantong jeruk tadi, pastilah semua jeruk asam itu akan terasa manis. Jauh lebih manis dari buah apa pun yang dibawa keluarga lain yang tak punya masalah keuangan. Yang bisa datang dengan kendaraan pribadi atau naik taksi dengan ongkos yang cukup untuk membeli sepeti jeruk manis dan segar.
Mampukah kita melihat sedalam itu? Sungguh, manisnya akan terasa lebih lama, meski jeruknya sudah dimakan berhari-hari yang lalu.
Subhanallah....
Semoga cerita ini dapat menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua.. Aamiin..

Selasa, 18 Maret 2014








Bagi anda yang merasa berdaya ingat pendek atau sering lupa, maka artikel ini mungkin akan membantu anda untuk meningkatkan daya ingat anda. Semoga bermanfaat.

Berikut ini adalah beberapa faktor menurunya daya ingat seseorang :

1. Kurang Tidur : Pada seseorang yang memiliki masalah dengan insomnia dan kurang tidur, maka mereka akan sangat sering  mengalami  lupa.  Hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli menunjukan bahwa manusia perlu sedikitnya 6 jam tidur/beristirahat, jadi seseorang yang tidur kurang dari 6 jam sehari, maka mereka akan mudah lupa.

2. Depresi : Tidak banyak orang yang tahu bahwa depresi juga dapat menyebabkan lemahnya daya ingat seseorang. Dan yang paling berbahayanya lagi, depresi kini dapat terjadi pada siapa saja tidak tergantung pada usia. Dan dalam kasus depresi yang cukup kuat, penderita sangat disarankan untuk melakukan konsultasi dari dokter-dokter yang berkompeten di bidangnya.

3.Alkohol dan obat-obatan : Seseorang yang kecanduan minuman beralkohol dan jenis-jenis obat tertentu, dapat memicu turunnya / melemahnya daya ingat.

4.Penyakit tertentu : Terjadinya penurunan daya ingat juga dapat dipengaruhi oleh adanya beberapa penyakit. Salah satu penyakit yang sangat mempengaruhi pada turunnya ingatan seseorang diantaranya seperti diabetes, Alzheimer dll.


Maka untuk meningkatkan daya ingat, hindarilah faktor-faktor di atas, selain itu perbanyaklah mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi dan perbanyaklah melatih daya ingat anda.

- Terima Kasih -

Sabtu, 15 Maret 2014

Buat anda yang lagi  bingung bikin pidato untuk tugas sekolah..
Nih.. saya kasih sebuah pidato mengenai lingkungan, untuk mempermudah pekerjaan anda..
CEKIDOT !!!

Assalamualaikum Wr.Wb

Yang terhormat Ibu dan Bapak guru dan teman-teman  yang saya  cintai.
         Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat  Allah SWT  yang telah memberi nikmat serta karunia-Nya sehingga kita semua dapat berkumpul bersama di hari yang berbahagia ini. 
        Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan sebuah pidato tentang “ Lingkungan Hidup “ . Di sini saya akan menyampaikan keprihatinan terhadap lingkungan kita yang semakin hari semakin tercemar. Saya akan mengajak teman-teman semua untuk menjaga  lingkungan  yang selama ini telah menjaga  kita untuk tetap hidup.
        Sadar atau tidak, kita hidup di dunia ini sangat bergantung pada lingkungan. Air, udara, makanan, serta tempat tinggal yang kita gunakan sehari-hari diperoleh dari lingkungan ini, oleh karena itu, baik buruknya lingkungan secara langsung akan berpengaruh terhadap kehidupan kita khususnya.
Tentunya kita masih ingat..
        Dulu kita bisa bernapas tanpa ada bau polusi yang menyakiti paru-paru kita. Tetapi sekarang, udara yang  sejuk dan bersih itu telah terkontaminasi oleh asap dan polusi. Kesejukan udara yang dulu kita rasakan , kini berganti dengan polusi, sumber dari moderenisasi yang tidak bersahabat dengan lingkungan.
        Dulu kita pernah mengalami sendiri ketika hidup terasa hijau karena masih banyak pohon di sekitar kita. Tetapi lihat lah sekarang, pohon-pohon itu telah berkurang dan nyaris tiada. Kehijauan telah berganti oleh  berbagai pencemaran.
         Dulu saat kita pergi mengelilingi kota , terlihat bersih tanpa ada sampah yang merusak pandangan mata. Tetapi sekarang, sampah-sampah tersebut  sudah seperti teman di setiap perjalanan.
         Teman-teman sekalian, saya yakin kita semua merasakan hal tersebut. Semua perubahan itu adalah perbuatan kita semua yang mulai mengabaikan lingkungan kita ini. Jika kita terus mengabaikannya, lambat laun bencana yang tak pernah kita bayangkan akan datang untuk mengingatkan kita semua.
Jadi apa yang harus kita lakukan untuk memperbaiki lingkungan kita ?
          Dimulai dari kesadaran diri kita semua, mulailah memilah sampah dan membuang ke tempat seharusnya, mengurangi pemakaian kendaraan bermotor, menghemat listrik, serta menanam pohon. Hal-hal yang kecil seperti itu, merupakan sebuah investasi bagi generasi mendatang. Maka dari itu,  cintailah lingkungan  sebagaimana kita mencintai diri sendiri.
           Sekian pidato dari saya, semoga pidato yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua, terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf  bila ada salah kata.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Semoga pidato di atas dapat bermanfaat..
-Terima Kasih-